SHARE

Markisa adalah sejenis buah menjalar yang berasal dari daerah tropis dan sub tropis Amerika tepatnya Brazil, Peru, Kolumbia, dan Venezuela. Buah ini telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia yang rata-rata tumbuh di dataran tinggi dengan suhu ideal untuk pohonnya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa buah markisa tumbuh di dataran yang rendah di wilayah Indonesia.

Ada empat jenis markisa yang dapat dibudidayakan di Indonesia yaitu markisa ungu, markisa kuning, markisa manis, dan markisa besar. Jenis markisa manis nampaknya menjadi jenis markisa favorit di Indonesia karena rasanya yang manis dan dapat disantap langsung tanpa diolah.

Markisa dilapisi oleh kulit tipis berketabalan sekitar 0,5 mm yang keras dan mudah pecah dan akan menjadi lentur ketika matang. Kulit luar markisa berwarna hijau ketika mentah dan akan berwarna ungu atau kuning orange ketika matang.

Di dalam rongga markisa terdapatpuluhan biji pipih berketebalan 0,5 cm dengan kulit bijinya yang sangat keras. Bentuk bijinya sendiri berkeping dua dan berwarna putih dan kulit bijinya berwarna hitam yang kemudian dilapisi pulp tipis. Bentuk dan besar biji serta warna, ketbalan dan aroma pulp itu sendiri bermacam-macam tergantung jenis markisanya.

Ciri-ciri buah markisa manis (konyal)

Jenis markisa manis mempunyai nama latin Passiflora lingularis atau sering disebut juga sweet granadilla dan konyal di Indonesia. Buah markisa manis ini berbentuk bulat lonjong yang memiliki kulit berwarna ungu hijau ketika muda dan orange kekuningan ketika matang. Jenis markisa ini mempunya pulp berwarna putih yang berbeda dengan jenis markisa lainnya yang berwarna kuning.

Aroma markisa manis tidak terlalu menyengat seperti jenis lainnya namun mempunyai aroma yang spasifik dank has. Rasa buah markisa jenis ini manis dan menyegarkan sehingga banyak disantap secara langsung tanpa diolah untuk menghilangkan kemasamannya.

Markisa manis adalah jenis markisa yang paling banyak dijumpai di Indonesia karena banyak peminatnya yang memiliki rasa manis dan menyegarkan. Selain itu, markisa manis juga dapat tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah.

Namun dataran tinggi lebih efektif untuk perkembangan buah markisa jenis ini karena unsur hara di dataran rendah kurang cocok. Rentan waktu penyemaian biji hingga panen pertaman markisa manis yaitu sekitar 1,5 tahun di dataran tinggi. Penyemaian dapat dilakukan dengan polybag ataupun penyemaian biasa dan akan cepat tumbuh dengan biji dalam keadaan baik.

Seperti jenis markisa lainnya, jenis markisa manis juga membutuhkan tempat rambat seperti pepohonan atau para para untuk tumbuh. Tanaman ini selain rasa buahnya yang manis, pohonnya dapat memparcatik halaman rumah dengan dibuatkan parapara yang cantik pula. Buah ini banyak dijual belikan di Indoneisa sebagai buah segar yang siap santap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here