SHARE

Markisa termasuk ke dalam tanaman genus Passiflora yang berasal dari daerah tropis dan sub tropis di Amerika. Nama lain markisa yaitu Passion fruit di Inggris, Granadilla di Amerika Selatan dan Afrika selatan, dan Chanh Leo di Vietnam. Tanaman markisa merupakan jenis tanaman yang menjalar seperti halnya buah anggur, strawberry, semangka dan lain-lain.

Buah markisa yang mempunyi rasa yang segar ini digemari masyaralat Indonesia baik sebagai bahan dasar syrup ataupun dimakan secara langsung. Dalam memilih buah markisa untuk diolah maupun langsung disantap cukup mudah asal sudah mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri buah markisa matang.

Ciri-ciri buah markisa matang berbeda-beda sesuai dengan jenis markisanya. Di Indonesia, ada dua jenis markisa yang dapat dibudidayakan yaitu markisa ungu (passiflora edulis) dan markisa kunging (passiflora flavicarva).

Adapun jenis lainnya yaitu markisa manis (passiflora edulis forma flavicarva) yang tumbuh di Sumatra Barat dan markisa besar (Passiflora quadrangularis). Semua jenis markisa tersebut mempunyai tanda-tanda kematangan yang berbeda. Apabila salah dalam memilih buah yang matang, maka rasanya tidak akan sangat masam bahkan hambar dan tidak ada rasanya.

Ciri-ciri buah markisa ungu dan kuning yang matang

Buah markisa ungu umumnya di dataran tinggi sekitar 1000 meter di atas permukaan laut. Buah markisa jenis ini berbentuk bulan lonjong dengan warna hijau ketika belum matang dan coklat ungu ketika sudah matang.

Markisa ungu cenderung terasa masam sehingga lebih banyak diolah menjadi sirup dengan nilai jual yang tinggi. Kematangan markisa ungu dapat dilihat dari kulitnya yang sudah berwarna coklat ungu dan sedikit keriput. Kemudian semakin lunak kulit tempurung markisa berarti semakin matang pula buahnya.

Buah markisa yang cenderung tumbuh di dataran rendah yaitu buah markisa kuning. Markisa kuning lebih banyak dikonsumsi secara langsung tanpa diproses menjadi makanan olahan.

Untuk buah markisa kuning, ciri-ciri kematangannya yaitu kulit berwarna orange gelap dengan kulit tempurung yang lunak. Kulit buah juga perlu diperhatikan dan pastikanlah tidak ada bagian yang membusuk berwarna kecoklatan dengan intensitas air yang cukup tinggi.

Umumnya, ciri buah markisa yang matang memiliki banyak biji dan cairan di dalamnya yang dapat diketahui dengan menimbang dan mengocok buah tersebut. Selain intensitas air dan biji, aroma markisa juga dijadikan tanda kematangannya. Markisa yang matang akan tercium baunya sedangkan yang belum matang tidak akan tercium aroma apapun pada buah markisa.

Itulah ciri-ciri buah markisa matang yang siap diolah ataupun dikonsumsi secara langsung. Selain memperhatikan kematangan buah markisa, cucilah kulit buah markisa sebelum dikonsumsi walaupun yang dikonsumsi adalah isinya. Kebersihan kulit markisa juga perlu dijaga agar tidak kotor ketika dikonsumsi nantinya. Kulit putih yang ada dalam tempurung markisa tidak perlu untuk dikonsumsi karena memiliki rasa yang pahit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here